Showing posts with label Chemical. Show all posts
Showing posts with label Chemical. Show all posts

Monday, June 2, 2014

Bahaya Mengkonsumsi Mie Istan

,
BAHWA MIE INSTANT TIDAK BOLEH DIMASAK BERSAMAAN DENGAN BUMBUNYA,
KARENA MSG BILA DIMASAK DI ATAS 120C AKAN BERPOTENSI MENJADI KARSINOGEN PENCETUS KANKER.
PERHATIKAN SEMUA KEMASAN MIE  INSTAN, KEBANYAKAN PROSEDURNYA MASAK MIE DULU BARU DITABURI BUMBU,ATAU BUMBU DI TARUH DI MANGKOK JADI, SEKALI LAGI: JANGAN PERNAH MASAK MIE BESERTA BUMBUNYA !!! BAHAYA.
LINDUNGI KELUARGA DAN DIRI ANDA DARI MIE INSTAN…!!!
Para penggemar Mi Instan, pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3(tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi Mi Instan, jika Anda akan mengkonsumsinya lagi. Dari Informasi kedokteran, ternyata terdapat lilin yang melapisi mi instan. Itu sebabnya mengapa Mi Instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi Mie Instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti kanker.
Seseorang, karena begitu sibuknya dalam berkarir(bekerja) sehingga tidak punya waktu lagi untuk memasak,sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi Mi Instan setiap hari. Akhirnya dia menderita kanker. Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin dalam Mi Instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan lilin tersebut.
Ada seorang pramugari SIA (Singapore Air) yang setelah berhenti dan kemudian menjadi seorang ibu rumah tangga, tidak memasak tetapi hampir selalu mengkonsumsi Mie Instan setiap kali dia makan. Kemudian akhirnya menderita kanker dan meninggal. Jika kita perhatikan Mi China yang berwarna kuning yang biasa ditemukan di pasar, dari hasil pengamatan, mi yang belum dimasak tersebut akan terlihat seperti berminyak. Lapisan minyak ini akan menghindari lengketnya mi tersebut satu dengan lainnya. Mi Wonton yang masih mentah biasanya ditaburkan tepung agar terhindar dari lengket. Ketika tukang masak akan memasak mi, dia memasaknya pertama-tama dalam air panas, kemudian dibilas/ditiriskan dengan air dingin sebelum dimasak dengan air panas lagi. Memasak dan meniriskan dengan cara ini akan dapat menghindari lengketnya mi tersebut satu sama lainnya. Tukang masak memberikan minyak dan saos pada mi tersebut agar tidak menjadi lengket ketika akan dikonsumsi secara kering (tanpa kuah).
Aturan masak dalam membuat Spaghetti (Mi dari Italia), akan dibutuhkan minyak dan mentega yang ditambahkan terlebih dahulu pada air rebusan Spaghetti untuk menghindari lengketnya pasta tersebut.
Ada kisah yang mengerikan :
* Ada orang yang sekarang usianya sekitar 48 tahunan tapi sudah 4 tahun terakhir ini kemana-mana membawa alat, maaf, sebagai pengganti anusnya, karena usus bawah sampai dengan anus telah dipotong sebab sudah tidak bisa dipakai lagi pasalnya waktu mahasiswa dengan alasan ekonomi mengkonsumsi mie instant secara berlebihan sehingga bagian usus yang dipotong tersebut adalah tempat mengendapnya bahan pengawet yang selalu ada di setiap mie instant mungkin sejenis borax pengawet untuk mayat (data menunjukan bahwa import borax dan sejenisnya sangat besar ke Indonesia) dan walhasil menimbulkan pembusukan ditempat tersebut, semoga semua pihak berhati hati dalam mengkonsumsi makanan seperti bakso, sosis, mie dll
* Ada lagi, orang yang pernah kena kanker getah bening (8 kelenjar getah bening kena), dan berobat selama hampir 1 tahun di Singapore menghabiskan lebih dari 1 Milyar pada tahun 1996 sampai 1997 (untung ditanggung kantor), akibat dia mengkonsumsi indomie plus korned selama 4 tahun terus menerus setiap hari(dengan alasan karena istrinya sibuk kerja). Menurut dokter yg mengobati nya, penyebab utamanya adalah pengawet yg ada di indomie dan korned tsb.
Bagi para pengemar mie instan, ternyata di dalam mie tersebut terkandung lilin yang berfungsi untuk melapisi mie instant (mungkin itu juga yah yang menyebabkan mie tidak lengket satu dengan yang lainnya). Pernah rekan saya bereksperimen dengan cara menyimpan kuah hasil olahan mie instan selama 3 hari, dan ternyata memang terbukti ditemukan zat seperti lilin.
Read more →

Macam-macam Zat Aditif dan Penyakit yang Ditimbulkan

,
Zat tambahan yang terkandung dalam makanan pada masa kini lebih banyak terkandung yang sintetik dari pada yang alami, dan itu jarang sekali kita ketahui jenis dan macamnya serta ukuranya, adapun macam zat dan akibat penyakit yang ditimbulkan akan kita uraikan pada empat jenis zat aditif, diantaranya :

1. Pengawet
  • formalin : kanker paru-paru, gangguan pada alat pencernaan, penyakit jantung, dan merusak sistem syaraf.
  • boraks : mual, muntah, diare, penyakit kulit, kerusakan ginjal, serta gangguan pada otak dan hati.
  • natamysin : mual, muntah, tidak nafsu makan, diare, dan perlukaan kulit.
  • kalium asetat : kerusakan fungsi ginjal.
  • nitrit dan nitrat : keracunan, mempengaruhi kemampuan sel darah membawa oksigen ke berbagai organ tubuh, sulit bernapas, sakit kepala, anemia, radang ginjal, dan muntah-muntah.
  • kalsium benzoate : memicu terjadinya serangan asma.
  • Sulfur dioksida : perlukaan lambung, mempercepat serangan asma, mutasi genetik, kanker dan alergi.
  • kalsium dan natrium propionate : penggunaan melebihi angka maksimum tersebut bisa menyebabkan migren, kelelahan, dan kesulitan tidur.
  • natrium metasulfat : alergi pada kulit.
Zat aditif sintetik ini berasal dari bahan-bahan kimia ini terkadang turut dicampurkannya dari bahan-bahan yang sangat tidak layak untuk dikonsumsi oleh manusia seperti halnya formalin yang biasa dipakai untuk mengawetkan benda-benda, seperti mayat atau binatang yang sudah mati. Pemakaian pengawet untuk mengawetkan makanan, seperti bakso, ikan asin, tahu, dan makanan jenis lainya dapat menimbulkan resiko kesehatan.

Ada juga jenis pengawet lain yang berbahaya seperti boraks. Dari asalnya,boraks hanya boleh digunakan untuk industri nonpangan, seperti dalam pembuatan gelas, industri kertas, pengawet kayu dan keramik.

2. Pewarna
  • rodhamin B (pewarna tekstil) : kanker dan menimbulkan keracunan pada paru-paru, tenggorokan, hidung, dan usus.
  • tartazine : meningkatkan kemungkinan hyperaktif pada masa kanak-kanak.
  • sunset yellow : menyebabkan kerusakan krusakan kromosom.
  • ponceau 4r : anemia dan kepekatan pada hemoglobin.
  • carmoisine : (merah) menyebabkan kanker hati dan menimbulkan alergi.
3. Pemanis
  • siklamat : kanker (karsinogenik).
  • sakarin : infeksi dan kanker kantong kemih.
  • aspartam : gangguan saraf dan tumor otak.
  • semua pemanis buatan : mutagenetik.
Pemanis buatan sifatnya tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia sehingga tidak berfungsi sebagai sumber energi. Pemanis buatan memiliki tingkat kemanisan yang lebih tinggi dibandingkan pemanis alami. Garam-garam siklamat memiliki kemanisan 30 kali lebih tinggi dibandingkan kemanisan sukrosa. Namun, kemanisan kemanisan garam natrium dan kalsium dari sakarin memiliki kemanisan 800 kali dibadingkan dengan kemanisan sukrosa 10%. Bayangkan jika rasa manis itu mengendap dalam tubuh manusia?

4. Penyedap Rasa
  • mononatrium glutamat dan monosodium glutamat (MSG) : kelainan hati, trauma, hipertensi, stress, demam tinggi, mempercepat proses penuaan, alergi kulit, mual, muntah, migren, asma, ketidakmampuan belajar, dan depresi.
Logisnya hal yang tidak bisa diterima oleh tubuh manusia seperti zat-zat sintetik tidak akan memberikan kemanfaatan bagi tubuh kita. Lantas apa yang akan terjadi apabila kita terus-menerus mengkonsumsi bahan tambahan makanan tersebut?
Read more →